
Ecology-based
Setiap intervensi berangkat dari data lapangan. Sebelum menentukan jenis intervensi, kami menyusun data dasar (baseline) keanekaragaman hayati dan kondisi fisik tapak, seperti elevasi, hidrologi, substrat, dan kualitas perairan. Pemantauan berkala dengan indikator yang ditetapkan sejak awal digunakan untuk menilai apakah intervensi berjalan sesuai tujuan, dan untuk menyesuaikannya bila tidak (pengelolaan adaptif).
Dalam praktik
- Kajian dan pemantauan keanekaragaman hayati: flora, fauna, terumbu karang, dan kualitas perairan
- Kajian kesesuaian tapak sebelum restorasi
- Pemantauan pascaintervensi dan penyesuaian rancangan
- Publikasi ilmiah hasil kajian, atas izin pemilik data
Contoh program
Coastal and Marine Biodiversity Reserve Lembung Paseser →Transplantasi Karang Gili Genting →Miyawaki Forest PEPC JTB →

Nature-based Solutions
Solusi berbasis alam (nature-based solutions) adalah tindakan melindungi, mengelola, dan memulihkan ekosistem untuk menjawab tantangan masyarakat (societal challenges) secara efektif dan adaptif, misalnya abrasi pesisir, sekaligus memberi manfaat bagi keanekaragaman hayati dan kesejahteraan manusia (IUCN, 2020). Rancangan kami disesuaikan dengan karakteristik tapak, dan efektivitasnya dinilai melalui pemantauan, bukan diasumsikan.
Dalam praktik
- Struktur terumbu tiram POSH (Pervious Oyster Shell Habitat) dari limbah cangkang tiram di zona intertidal
- Oyster castle, bentuk lain struktur terumbu tiram yang diadopsi dari praktik di luar negeri
- Struktur permeabel (hybrid engineering) dari tiang bambu berisi ranting untuk meredam gelombang dan memerangkap sedimen sebelum penanaman mangrove
- Restorasi mangrove berdasarkan kajian kesesuaian tapak
Contoh program
ORCCA — Oyster Reef Mengare →Mengare Discovery →PRPM Mengare →
Rujukan: IUCN (2020). IUCN Global Standard for Nature-based Solutions. Gland: IUCN. · Ostrom, E. (2009). A general framework for analyzing sustainability of social-ecological systems. Science 325: 419–422.

Social-Ecological Systems
Ekosistem tidak dapat dipisahkan dari masyarakat yang memanfaatkan dan mengelolanya. Kami menganalisis keterkaitan sistem sumber daya, pengguna, dan tata kelola sebagai satu sistem sosial-ekologis, merujuk pada kerangka Ostrom (2009). Perhatian utamanya adalah kelembagaan lokal, aturan pemanfaatan, dan aksi kolektif yang menentukan keberlanjutan hasil kegiatan setelah program berakhir.
Dalam praktik
Contoh program
Coastal and Marine Biodiversity Reserve Lembung Paseser →Kalam Mangrove →Mengare Discovery →